Logo ITB

Peta Lokasi

Temukan berbagai informasi seputar peta lokasi, kegiatan mahasiswa, tujuan, dan event yang diadakan di Dheraseva 25. Jelajahi menu utama di pojok kanan atas untuk akses cepat ke berbagai layanan dan dokumentasi penting.

Peta Lokasi Kegiatan Dheraseva 25

Informasi Lokasi

📍 Lokasi: Berbagai lokasi kegiatan Dheraseva 25
🏛 Fokus: Pencerdasan dan pengabdian masyarakat
🎯 Tujuan: Edukasi, pencerdasan, dan pengabdian masyarakat
📊 Kegiatan: Pematerian, pengabdian, dokumentasi
🌍 Cakupan: Sekolah dan masyarakat
👥 Target: Siswa dan masyarakat umum

🗺 Informasi Peta

🔍 Zoom: Gunakan kontrol peta untuk memperbesar
🖱 Navigasi: Klik dan geser untuk menjelajahi peta

Tentang Lokasi Kegiatan Dheraseva 25

Desa Sumbersari

Salah satu desa yang berada di Kecamatan Ciparay adalah Desa Sumbersari. Desa ini memiliki jumlah penduduk terbesar di wilayahnya sehingga dinamika kehidupan masyarakat berjalan sangat intensif. Namun, kondisi tersebut juga menimbulkan berbagai permasalahan, terutama dalam hal pengelolaan lingkungan. Sampah rumah tangga yang terus bertambah, keterbatasan sistem drainase, serta genangan air pada musim hujan menjadi isu utama yang dihadapi. Meski demikian, Desa Sumbersari memiliki potensi untuk melakukan perbaikan melalui pemberdayaan warga, edukasi mengenai lingkungan, serta inovasi dalam pengelolaan sampah dan air hujan.

Kelurahan Ciparay

Kecamatan Ciparay yang terletak di Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Aktivitas masyarakat yang padat menjadikan kawasan ini menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya pengelolaan yang terarah, terutama dalam menjaga kualitas lingkungan agar tetap selaras dengan perkembangan jumlah penduduk yang terus meningkat. Peluang yang dapat dikembangkan di tingkat kecamatan adalah sinergi antar-desa dalam program pengelolaan lingkungan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah untuk menguatkan upaya masyarakat.

RW 05

Permasalahan lingkungan di Desa Sumbersari semakin nyata terlihat di RW 05, tepatnya Kampung Limahaur. Kawasan ini memiliki karakteristik permukiman padat dengan akses jalan yang sempit, sehingga rawan menimbulkan persoalan kebersihan. Genangan air sering terjadi saat musim hujan akibat sistem drainase yang terbatas, sementara peningkatan volume sampah rumah tangga diperparah dengan kebiasaan pembuangan sampah sembarangan. Dampak dari kondisi tersebut adalah timbulnya timbunan sampah di titik-titik tertentu yang mengurangi kenyamanan warga